You are here:
E-mail Cetak PDF

UPACARA PERINGATAN HUT KEMERDEKAAN RI

DI PENGADILAN AGAMA WONOSOBO

 

Hari Jum’at tanggal 17 Agustus 2018 Pengadilan Agama Wonosobo kelas IA melakukan upacara untuk memperingati hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI yang ke 73.

Upacara kali ini bertugas sebagai protocol Eva Maulida Nisfia dengan komadan upacara Komar SH, setelah memberikan penghormatan kepada Inspektur Upacara selanjutnya komandan yang merupakan juru sita dan kasir di Pengadilan Agama Wonosobo tersebut melaporkan kesiapan barisan untuk mengikuti Upacara HUT RI yang ke 73’.


Diantara acara yang cukup penting dalam upacara tersebut adalah pengibaran Bendera Merah Putih yang dalam kesempatan tersebut dilakukan oleh 3 orang pegawai Pengadilan Agama Wonosobo, ketiga orang tersebut adalah Rizkia Kurniawati, Laely Karinawati dan Fatma Risnani. Peserta upacara nampak hening memperhatikan langkah demi langkah petugas yang mengibarkan bendera saat itu..


Upacara dilanjutkan dengan mengheningkan cipta yang dipimpin langsung oleh Inspektur Upacara yang dilanjutkan dengan Pembacaan Teks Pancasila yang diikuti oleh seluruh peserta Upacara.


Ketua Pengadilan Agama Wonosobo, Drs. Muh. Zainudin SH. MH dalam kesempatan ini bertindak selaku Inspektur Upacara, juga membacakan teks Proklamasi


Dilanjutkan dengan pembacaan Pembukaan Undang-undang Dasar 1945 yang dibacakan oleh Ika Nursarie Amd.

Kemudian disampaikan amanat oleh Inspektur Upacara, Ketua Pengadilan Agama Wonosobo asal NTT ini dalam amanatnya menyampaikan sambutan Gubernul Jawa Tengah yang pada pokoknya menyatakan, 17 Agustus bukan sekedar resikresik kampung, lomba balap karung, pawai keliling kota atau kegiatan lainnya. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menunjukkan kepada kita, betapa bangga dan cintanya rakyat kepada Ibu Pertiwi. Kebersamaan dan persaudaraan, keikhlasan dan kebersahajaan, tampak jelas dari raut wajah mereka.

Oleh karena itu sedih rasanya, dan sungguh tidak rela, kalau di antara anak-anak bangsa masih ada yang saling menebar rasa benci, fitnah dan saling menjelekkan, serta membuat dan menyebar hoaks, karena perbedaan. Batin saya mau berteriak, dan dada saya terus bergolak. Mestinya, keragaman itu dapat diterima sebagai keniscayaan; perbedaan apapun bentuknya merupakan berkah alam. Justru dalam perbedaan selalu terjadi keindahan, karena taman yang indah selalu ditumbuhi beraneka ragam kembang.

Ketua yang sudah dua kali mendapat penghargaan dari Presiden berupa pengabdian 20 dan 30 tahun ini juga menegaskan ,semangat kebersamaan ini yang harus dibangun bukan hanya ketika merayakan proklamasi saja, tetapi harus terpateri dalam hati sanubari setiap warga Negara Indonesia, sebagaimana yang dilakukan oleh para pahlawan pendahulu kita..

Lebih jauh mantan wakil ketua Blitar ini menjelaskan, sudah seharusnya kita meneladani nilai-nilai kejuangan para pahlawan dalam kehidupan nyata. Praktikkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari: selalu berpikir positif, jujur dalam ucapan, teguh dalam pendirian, disiplin menjalankan tugas, punya unggah ungguh dalam pergaulan, toleran dalam bermasyarakat, tepo seliro dan selalu semangat untuk bergotong royong, serta bangga dan cinta atas karya anak bangsa sendiri.

Setelah amanat tersebut dilanjutkan dengan pembacaan doa yang dibacakan oleh Hakim Pengadilan Agama Wonosobo Drs. Muhyidin.


Dalam peringatan HUT RI yang ke 73 kali ini Pegawai Pengadilan Agama Wonosobo banyak yang mendapatkan penghargaan Satya Lencana Karya Satya dari Presiden Joko Widodo untuk pengabdian 30, 20, 10 dan 8 tahun, sejak dari Hakim sampai staf. Acara diakhiri dengan pemotongan tumpeng yang dilakukan oleh Ketua Penadilan Agama Wonosobo, dimana pemotongan pertama diberikan oleh Ketua Pengadilan Agama kepada Ketua SAPM Pengadilan hgama Wonosobo Drs. Khotibul Umam.

Segenap Tim Redaktur mengucapkan Selamat Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI yang ke 73, Semoga bangsa Indonesia akan semakin maju dan selalu dalam keberkahan Allah swt. Amiin. (lap.ariefhumas pa wsb).

 

 

 

 

 

 

.  .