You are here:
E-mail Cetak PDF

ACARA HUT KORPRI DI KABUPATEN WONOSOBO


Dalam rangka HUT Korpri pada hari Senin tanggal 13 Nopember 2017 Pemerintah Kabupaten Wonosobo menyelenggarakan acara penyuluhan Hukum tentang Perkawinan Usia Dini, Kenakalan Remaja dan Bahaya Penggunaan Narkoba.

Hadir dalam acara tersebut Bupati Wonosobo Eko Purnomo, Para Kepala Bagian Setda Kabupaten Wonosobo dan beberapa pejabat lainnya, serta peserta penyuluhan hukum yang terdiri dari pelajar SLTP dan SLTA, para guru serta Mahasiswa yang berada.di Kabupaten Wonosobo.


Acara dibuka oleh Bupati Wonosobo yang dalam sambutannya beliau sangat mengapresiasi acara tersebut, mengingat era keterbukaan yang terjadi sekarang ini pengaruh negative dari luar Kabupaten Wonosobo amat sangat memungkinkan, oleh karena itu perlu adanya pencegahan yang dilakukan secara simultan dan kerjasama antar kelembagaan agar masyarakat Kabupaten Wonosobo dapat terhindar dari pengaruh negatife, oleh karena itu acara ini menjadi penting adanya apalagi diikuti oleh para pelajar dan mahasiswa serta para guru yang berkiprah langsung didalam masyarakat.


Dalam acara tersebut bertindak selaku nara sumber adalah Drs. Muh. Zainuddin SH. MH. Yang merupakan Ketua Pengadilan Agama Wonosobo yang dalam kesempatan tersebut menyampaikan materi Perkawinan usia dini sebab dan Akibatnya. Dalam kesempatan tersebut beliau mengungkapkan ada beberapa hal yang merupakan akibat yang timbul dari perkawinan usia dini yaitu

  1. Segi Hukum. Anak yang belum dewasa dipandang tidak cakap bertindak hukum. Oleh karena itu ketika mengajukan dispensasikawin maka yang bertindak sebagai pihak pemohon dalam perkara tersebut adalah orang tua. Jika suami-isteri belum cakap bertindak hukum lantas bagaimana ia mengemban kewajiban hukum sebagai suami atau isteri.
  2. Segi Kesehatan/Biologis. Beberapa hasi penelitian menunjukkan bahwa penyakit kangker serviks (leher rahim) merupakan penyakit yang paling berbahaya kedua bagi perempuan setelah kangker payudara. Salah satu penyebab kangker rahim adalah aktifitas seksual pada usia dini, karena kondisi leher rahim yang belum matang untuk melakukan aktifitas sksual. Umumnya kematangan leher rahim pada usia 20 tahun. Memang benar tanda aqil balig adalah menstruasi, tetapi menstruasi bukan tanda kematangan rahim bagi perempuan.
  3. Segi Psikologis. Dari segi Psikologis anak yang masir remaja belum memiliki kedewasaan mental, kejiwaannya masih sangat labil. Oleh karena itu secara psikologis belum mampu memikul tanggung jawab sebagi sumi atau isteri bahkan menjadi orang tua bagi anak-anak mereka. Mereka belum matang dalam menghadapi kondisi psikologis dalam rumah tangga.
  4. Segi Ekonomi. Pada umumnya anak pada usia remaja belum mempunyai penghasilan tetap yang memadai sebagai modal berumah tangga. Kebanyak anak pada usia remaja secara ekonomi masih bergantung pada ekonomi orang tua. Membangun rumahtangga sejahtera bagaimanapun juga membutuhkan keuangan yang cukup, untuk itu suami terutama dan atau isteri dituntut untuk memiliki pekerjaan yang dapat dijadikan sumber keuangan rumah tangga..

 Lebih lanjut Nara sumber mengatakan untuk mengurangi tingginya perkawinan usia dini perlu adanya usaha bersama yang terpadu dan berkesinambungan bersifat multidisipliner dari berbagai bidang keahlian seperti tokoh agama, psikolog, sosiolog, ahli hukum, kesehatan, ekonomi dan budayawan serta lainnya.

Dari Kesbanglinmas Kabupaten Wonosobo juga menyampaikan materi tentang Kenakalan Remaja, yang disampaikan oleh nara sumber Eko Riyanto Setia Adi S. Sos.  Dalam kesempatan tersebut beliau mengungkapkan arti dari Kenakalan Remaja, beliau mengartikan :kenakalan remaja adalah suatu perbuatan yang melanggar norma, aturan, atau hokum dalam masyarakat yang dilakukan pada usia remaja atau transisi anak-anak ke dewasa dapat juga diartikan kumpulan dari berbagai perilaku remaja yang tidak dapat diterima secara social hingga terjadi tindakan kriminal.


Beliau mengungkapkan ada beberapa hal yang menjadi penyebab terjadinya kenakalan remaja antara lain :

Faktor Internal yang meliputi krisis identitas dan control diri yang lemah dari rumaja itu sendiri, sedang Faktor eksternal yang dapat menimbulkan kenakalan remaja antara lain karena Keluarga dan perceraian orang tua  juga karena pengaruh teman sebaya yang kurang baik serta kamunitas/lingkungan tempat tinggal yang kurang baik.

Untuk dapat menanggulanginya nara sumber mengatakan :

Pertama : Remaja harus bisa mendapatkan sebanyak mungkin figure orang-orang dewasa yang telah melampaui masa remajanya dengan baik.

Kedua : Adanya motivasi dari keluarga, guru, teman teman sebaya u ntuk melakukan point yang pertama.

Ketiga : kemauan orang tua untuk membenahi kondisi keluarga sehingga tercipta keluarga yang harmonis.

Keempat : Remaja pandai memilih teman dan lingkungan yang baik.

Kelima : Remaja membentuk ketahanan diri agar tidak mudah terpengaruh  jika ternyata teman sebaya yang ada tidak sesuai dengan harapan

anmayt,altjmeliputi semua perilaku yang menyimpang dari norma-norma hokum pidana dan norma social yang dilakukan oleh Remaja, dimana perilaku tersebut akan merugikan dirinya sendiri dan orang-orang disekitarnya.

Pemateri berikutnya Dalam kesempatan yang sama juga disampaikan materi “Pencegahan Kekerasan dalam Rumah tangga dengan nara sumber Nur Aini Ariswari A.Md. beliau mengungkapkan ada beberapa upaya dalam rangka pencegahan dan penanganan kasus kekerasan terhadap kaum perempuan antara lain adalah :

  1. Melakukan pendidikan keadilan gender dimasyarakat dengan melibatkan tokoh agama, tokoh masyarakat dan tokoh politik;
  2. Kanseling pra nikah
  3. Memberikan pendampingan baik secara medis, hukum psikologis dan spiritual kepada korban
  4. Melakukan mediasi dengan korban

Tepat pukul 13.00 WIB acara ditutup dengan terlebih dahulu disampaikan sambutan sekaligus harapan-harapan yang disampaikan oleh Ketua Pembina PKK Kabupaten Wonosobo. (lap.ariefhumas pa.wsb)