You are here:
E-mail Cetak PDF

RAKOR PENGADILAN AGAMA WONOSOBO

BULAN PEBRUARI 2015

             Kegiatan rutin yang diselengarakan oleh Pengadilan Agama Wonosobo setiap bulan adalah rapat koordinasi (rakor).Pada bulan Pebruari 2015, rakor dilaksanakan pada hari Jum’at tanggal 20 Pebruari 2015 dimulai jam 09.00 WIB dan berakhir pada jam 11.30 WIB, bertempat di ruang sidang utama Pengadilan Agama Wonosobo.


Rakor yang dihadiri oleh para hakim, Panitera/Sekretaris, Wakil Panitera, Wakil Sekretaris dan para pejabat fungsional dan struktural serta para pegawai Pengadilan Agama Wonosobo tersebut dipandu oleh Panitera/Sekretaris Pengadilan Agama Wonosobo Anwar Faozi, S.H., dan dipimpin langsung oleh Ketua Drs. H. Tahrir. Rakor dimaksudkan sebagai wahana evaluasi pelaksanaaan tugas dan informasi serta perpanjangan rakor koordinator wilayah Kedu.

Beberapa hal telah disampaikan dan dibahas dalam rakor bulan Pebruari 2015 ini, antara lain tentang perlunya mengupdate Surat Keputusan (SK)  Panjar Biaya Perkara, penyampaian kebijakan cuti pegawai, belanja modal, upload putusan, tabayun online, pemberkasan perkara Kasasi dan Peninjauan Kembali.

SK Panjar Biaya Perkara adalah dasar penentuan panjar biaya perkara yang harus dibayar oleh pihak yang mengajukan perkara, baik Penggugat maupun Pemohon. SK terakhir tertuang dalam Surat Keputusan Ketua Pengadilan Agama Wonosobo Nomor  W11-A8/2411/HK.008/XI/2012 tanggal 1 Nopember 2012 sehingga perlu di update sesuai dengan kondisi riel saat ini; Adapun tentang cuti pegawai, Ketua Pengadilan Agama Wonosobo menyampaikan bahwa    maksimal 1,5 % dari jumlah pegawai yang bisa mengambil cuti pada hari yang sama.


Berkaitan dengan pelaksanaan  tabayun online yaitu bantuan pemanggilan para pihak, petugas yang terkait setiap akhir bulan harus melaporkan perkembangan tabayun online baik yang diterima maupun yang dimintakan bantuan (yang dikirim), sehingga dengan  tabayun online diharapkan akan membantu Majelis Hakim dalam kelancaran proses pemeriksaan perkara. Diakui oleh para hakim, salah satu kendala penyelesaian perkara secara sederhana, cepat dan biaya ringan  berkaitan dengan salah satu pihak berada di luar wilayah yurisdiksi Pengadilan Agama Wonosobo adalah sering terlambatnya surat panggilan  (relaas) diterima oleh Ketua Majelis dari Pengadilan Agama yang dimintai bantuan pemanggilan.

Hal lain yang harus mendapat perhatian, adalah   pemberkasan perkara Kasasi dan Peninjauan Kembali, Drs. H.  Tahrir mengingatkan kepada pejabat yang terkait sekiranya ada perkara yang dimohonkan Kasasi atau Peninjauan Kembali hendaknya berpedoman pada Surat Ketua Pengadilan Tinggi Agama Semarang Nomor W11-A/523/OT.01.2/II/2015 tanggal 16 Pebruari 2015 tentang Pemberkasan Perkara yang Dimohonkan Kasasi dan Peninjauan Kembali.

 Sebagaimana telah diberitakan melalui Website pa-wonosobo.go.id. Pengadilan Agama Wonosobo telah menerapkan One Stop Service sejak bulan Januari 2015.  Anwar Faozi, S.H., Panitera Pengadilan Agama Wonosobo menyampaikan terhadap pelaksanaan  One Stop Service akan segera diadakan evaluasi dilain waktu melalui rapat terbatas dengan para pegawai yang terkait.


 


Kegiatan rutin yang diselengarakan oleh Pengadilan Agama Wonosobo setiap bulan adalah rapat koordinasi (rakor).Pada bulan Pebruari 2015, rakor dilaksanakan pada hari Jum’at tanggal 20 Pebruari 2015 dimulai jam 09.00 WIB dan berakhir pada jam 11.30 WIB, bertempat di ruang sidang utama Pengadilan Agama Wonosobo.

 

Foto ketua

 
 
LAST_UPDATED2
E-mail Cetak PDF

PROGRAM ONE STOP SERVICE

DI PENGADILAN AGAMA WONOSOBO

                 

 

                  Pada kesempatan apel pagi, hari Senin tanggal 9 Pebruari 2015 Ketua Pengadilan Agama Wonosobo Kelas I A Drs. H. Tahrir selaku Pembina apel menyampaikan salah satu program yang akan dilaksanakan di Pengadilan Agama Wonosobo yaitu  One Stop Service mulai hari ini, Senin 9 Pebruari 2015.



  Program ini, dalam rangka meningkatkan kwalitas pelayanan public sesuai dengan tugas pokok dan fungsi Pengadilan Agama Wonosobo sebagai salah satu pelaksana kekuasaan kehakiman. Pelayanan yang berkwalitas sangat tergantung antara lain oleh bagaimana pola penyelenggaraannya (tata laksana) dan dukungan sumber daya manusia. Dengan tata laksana yang telah dipersiapkan dengan maksimal dan didukung oleh sumber daya manusia yang memadai, One Stop Service dimaksudkan akan mempercepat proses pelayanan bagi para pencari keadilan, mulai dari pelayanan informasi, pendaftaran, pembayaran, persidangan sampai pada penerbitan akta cerai. Selain itu, dengan adanya One Stop Service akan meminimalisir bertemunya para pihak dengan pejabat/pegawai, karena semua yang menyangkut pelayanan telah terlayani pada satu tempat;

MEJA PELAYANAN KASIR DAN PENDAFTARAN

MEJA PELAYANAN AKTA CERAI DAN  INFORMASI

Selain menyampaikan program One Stop Service, pada kesempatan apel pagi itu Drs. H. Tahrir mengucapkan selamat kepada para pegawai honorer yang telah menerima SK sebagai CPNS tersebut, dengan mengingatkan agar selalu bersyukur atas nikmat Allah itu. Setelah selesai masa percobaan sebagai CPNS maka selanjutnya CPNS dapat diangkat sebagai PNS, setelah memenuhi beberapa persyaratan tertentu.

 

“Alhamdulillah SK CPNS sudah saya terima” Kata-kata itulah yang terucap dari para pegawai honorer Pengadilan Agama Wonosobo Kelas I A saat disambangi redaktur pa-wonosobo.go.id., setelah menerima Surat Keputusan Sekretaris Mahkamah Agung Republik Indonesia tentang Pengangkatan Calon Pegawai Negeri Sipil di Lingkungan Mahkamah Agung Republik Indonesia. Beberapa hari yang lalu, 4 (empat) orang pegawai honorer yaitu Triasih, Sunarto, Robiyah dan Angkat Sudrajat telah menerima SK CPNS terhitung mulai tanggal 1 Agustus 2014 setelah berpuluh tahun mengabdi sebagai pegawai honor.

Dengan telah diterimanya SK bagi keempat pegawai tersebut, maka pegawai honorer yang termasuk dalam K-1 di lingkungan Pengadilan Agama Wonosobo telah diangkat sebagai CPNS. Selamat !




LAST_UPDATED2
E-mail Cetak PDF

KERJA BAKTI MENGAWALI MASUK KERJA TAHUN 2015

DI PENGADILAN AGAMA WONOSOBO

          Mengawali masuk kerja di hari pertama tahun 2015, Jum’at tanggal 2 Januari 2015 pegawai Pengadilan Agama Wonosobo Kelas I A mengadakan kerja bakti. Kerja bakti diikuti oleh seluruh pegawai yang terdiri dari pimpinan, para hakim, panitera/sekretaris dan semua pejabat stuktural dan fungsional serta pegawai honor; Dalam kerja bakti ini, Ketua Pengadilan Agama Wonosobo Drs. H. Tahrir  benar-benar sebagai ing ngarso sung tulodho, dengan menggunting dan  mencabut rumput, serta membersihkan tempat-tempat yang selama ini tidak terjamah oleh cleaning service.


 

Pengadilan Agama Wonosobo dibentuk berdasarkan statsblaad Nomor   132 Tahun 1882 jo. Statsblaad Nomor   116 dan 160 Tahun 1937 serta statsblaad Nomor  3 Tahun 1940 jo.pasal 206 tahun 1989 tentang Peradilan Agama, saat ini berlokasi di Jl. Bambang Sugeng Km 3 Wonosobo, yang sebelumnya di Jl.Argopeni No 11 Wonosobo; Kantor dengan luas bangunan 1200 m2 dan berdiri diatas tanah seluas 2.599  m 2 yang diresmikan penggunaannya oleh  Ketua Mahkamah Agung Prof. Dr. H.  Bagir Manan, S.H., MCL pada tanggal 15 Juni  2005 tersebut tentu harus mendapatkan perhatian khusus dalam hal kebersihan, baik ruangan masing-masing pegawai, ruang sidang, halaman maupun wc.


Suasana kantor yang bersih, rapi, dan indah tentunya merupakan idaman setiap pegawai. Dengan kantor  yang bersih, rapi dan indah   sebagai  rumah kedua para pegawai diharapkan berpengaruh terhadap optimalnya kinerja pegawai atau output yang dihasilkan. Tidak satupun pegawai yang akan merasa nyaman bekerja dengan keadaan lingkungan yang kurang bersih  maupun berantakan. Selain itu, lingkungan yang tidak bersih  akan menciptakan lingkungan yang kurang sehat. Semangat bekerjapun tidak maksimal, bukankah kita sering mendengar “annadzafatu minal iman ?”. (Tim redaksi);


Pengadilan Agama Wonosobo dibentuk berdasarkan statsblaad Nomor   132 Tahun 1882 jo. Statsblaad Nomor   116 dan 160 Tahun 1937 serta statsblaad Nomor  3 Tahun 1940 jo.pasal 206 tahun 1989 tentang Peradilan Agama, saat ini berlokasi di Jl. Bambang Sugeng Km 3 Wonosobo, yang sebelumnya di Jl.Argopeni No 11 Wonosobo; Kantor dengan luas bangunan 1200 m2 dan berdiri diatas tanah seluas 2.599  m 2 yang diresmikan penggunaannya oleh  Ketua Mahkamah Agung Prof. Dr. H.  Bagir Manan, S.H., MCL pada tanggal 15 Juni  2005 tersebut tentu harus mendapatkan perhatian khusus dalam hal kebersihan, baik ruangan masing-masing pegawai, ruang sidang, halaman maupun wc.
LAST_UPDATED2

JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL