You are here:
E-mail Cetak PDF

PTWP KEDU BERGEMA


       Jum'at 6 Mei 2011 bertempat di RESTO ONGKLOK wonosobp, PTWPcabang Kedu mengadakan Tasyakuran atas prestasi sebagai juara dalam PTWP CUP V yang dilaksanakan dari tanggal 23 sampai dengan 24 April di Sukoharjo. Pada pertandingan tersebut menyabet 3 gelar JuaraI. berikut gelar yang di peroleh PTWP Kedu :

- Tim Veteran Sebagai Juara I

- Tim Putri Sebagai Juara I

-Tim Putra Sebagai Juara III

Hadir dalam acara tersebut seluruh pembina, pengurus dan pemain PTWP cabang Kedu serta suporter.

Berikut para pemain PTWP KEDU :

  1. TIM VETERAN
    1. Drs. Bahrudin
    2. Drs. H. Hasanudin, SH. MH.
  2. TIM PUTRI
    1. Fatimah Isnaini, SH.
    2. Dra. Sri Sangadatun, MH.
    3. Siti Mahmudah.
    4. Dra. Mustaqimah.
    5. Dra. Nur Imawati.
  3. Tim Putra
    1. Drs. H. Habib Soleh, MH.
    2. Drs. Suja’i
    3. M. Fauzan Hatta, SH
    4. Drs. H. M. Taufik, MH.
    5. Anas Mubarok, SH.
    6. Drs. Khoerun
    7. Purwadi, SH.
    8. Drs. H. Amir Arifin, MH.
    9. Drs. Adjuri Habibie
LAST_UPDATED2
E-mail Cetak PDF

HARI RA. KARTINI DI PENGADILAN AGAMA WONOSOBO

Bulan April selalu menjadi bulan istimewa bagi kaum wanita Indonesia, karena Salah satu pahlawan bangsa, pejuang wanita yang telah dengan gigih membela dan berjuang demi pendidikan kaumnya, Raden Ajeng Kartini, lahir pada tgl. 21 April 1879.

Dalam rangka memperingati hari lahir, Raden Ajeng Kartini itulah, maka Pengadilan Agama Wonosobo menyelenggarakan upacara Peringatan Hari Kartini, namun dalam upacara kali ini tampak berbeda, karena petugas-petugas upacara semua terdiri dari ibu-ibu Pengadilan Agama Wonosobo.

Kegiatan yang dilaksanakan pada hari Jum’at, 29 April 2011 yang bertempat di halaman tengah Pengadilan Agama Wonosobo tersebut diteruskan dengan lomba memasak nasi goreng, dalam kesempatan tersebut, karena hari special memperingati hari Kartini, kali ini giliran para bapak-bapak Pengadilan Agama Wonosobo yang unjuk kebolehan, dalam mengolah dan meracik bumbu nasi goreng.

Dalam lomba tersebut cukup meriah karena tingkah lucu bapak-bapak, dan kadang campuran bumbu yang asal-asalan, membuat ibu-ibu yang kali ini bertidak sebagai juri tertawa dan menjadikan suasana cukup meriah.

LAST_UPDATED2
E-mail Cetak PDF

EMC ke-8 Badilag

Transparansi Menjadi Kunci Pencegahan Korupsi di Pengadilan

Jakarta l badilag.net

Lembaga peradilan perlu menerapkan transparansi di setiap tahap proses peradilan untuk meminimalisasi perilaku korup aparat pengadilan, khususnya hakim. Dengan kebijakan itu, terbukti berbagai penyimpangan dapat dicegah.

“Di lembaga peradilan Amerika, dokumen dibuat serba eletronik dan dapat diakses oleh publik,” kata Markus Zimmer, Principal Justice System Advisors of USA, ketika menjadi narasumber dalam English Meeting Club (EMC) yang digelar di ruang pertemuan Badilag, Kamis (14/4/2011).

EMC kali ini dihadiri lebih dari 40 peserta. Dirjen Badilag Wahyu Widiana membuka acara ini sekaligus aktif berdiskusi. Hadir pula David Anderson dari USAID.

Dari kiri: David Anderson dari USAID, Dirjen Badilag Wahyu Widiana dan Markus Zimmer selaku narasumber EMC.

Zimmer menjelaskan, selain mudah pengaturannya, dokumen-dokumen elektronik itu juga sangat membantu masyarakat pencari keadilan untuk memperoleh data. Publik bisa mengaksesnya melalui website.

Meski demikian, Zimmer menegaskan, dokumen untuk perkara-perkara tertentu, seperti yang berhubungan dengan perceraian dan rahasia perbankan, tidak boleh diakses publik.

“Itu adalah bagian dari privasi. Kami melindunginya,” ungkap Ketua Dewan Penasehat IACA (International Association of Court Administration) ini.

Upaya lain yang diterapkan lembaga peradilan untuk meminimalisasi penyimpangan ialah memberlakukan kode etik hakim secara tegas.

Zimmer bercerita, pernah di suatu pengadilan seorang terdakwa dihukum berat atas tindak pidana ringan yang dilakukannya. Si terdakwa kemudian mengalami depresi hingga meninggal dunia.

“Hakim yang menangani dicopot bahkan dijebloskan ke penjara,” tutur Zimmer.

Zimmer menjadi narasumber di EMC edisi ke-8 dengan memaparkan paper berjudul “The Challenge of Crafting Accessible and Sustainable Justice System”. Mula-mula ia menyoroti ketidakadilan di berbagai negara di benua Afrika, lalu membahas pemangkasan anggaran untuk pengadilan di sejumlah negara dan bercerita tentang sistem peradilan di Amerika.

Pada kesempatan ini Zimmer juga memuji para hakim di Indonesia, karena menurutnya Indonesia adalah negara kepulauan yang luas, yang terdiri dari banyak suku dan memiliki berbagai agama.

“Tentu tidak mudah menjadi hakim di Indonesia. Saya sangat terkesan dengan Anda,” ujarnya.

Beberapa waktu lalu, Markus Zimmer pernah berkunjung ke Badilag. Kala itu Ketua Dewan Penasehat IACA ini ditemui Dirjen Badilag Wahyu Widiana dan kedua pihak memperbincangkan berbagai hal seputar manajemen perkara. Dia bergembira ketika ditawari untuk menjadi narasumber dalam EMC.

EMC sudah tujuh kali digelar Badilag. Enam kali di antaranya diselenggarakan di gedung lama Badilag, di Menteng, Jakarta Pusat. Terakhir, EMC digelar pada Desember 2010 di Gedung Sekretariat MA, Rawasari Timur, Jakarta Pusat.

"EMC berlangsung sukses. Terima kasih kepada penyelenggara dan seluruh peserta," kata Dirjen Badilag.

(hermansyah)

LAST_UPDATED2

JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL