You are here:
E-mail Cetak PDF

Sebelum 2012, Seluruh Hakim Peradilan Agama Harus Kuasai Pola Bindalmin


Tuada Uldilag MA RI Andi Syamsu Alam Memberikan Pengarahan Didampingi Sekretaris MA RI dan Dirjen Badilag

Bandung | badilag.net

Ditjen Badilag kembali menyelenggarakan Bimbingan Teknis Administrasi Peradilan Agama. Bimtek Angkatan IIyang berlangsung di Bandung, 24-28 Mei 2011, ini bertujuan untuk mempercepat penguasaan Pola Bindalmin bagi para hakim peradilan agama.

"Melalui Bimtek ini kita berharap agar penguasaan Pola Bindalmin oleh para hakim seluruh Indonesia dapat merata sebelum tahun 2012," ujar Wakil Ketua Mahkamah Agung Bidang Non Yudisial, Ahmad Kamil, pada pembukaan Bimtek, Selasa (24/5/2011).

Ahmad Kamil menegaskan, upaya pemercepatan penguasaan Pola Bindalmin itu bukan hanya kewajiban MA. Menurutnya, PTA/Msy juga harus terlibat aktif.

“Kami menaruh harapan agar di setiap wilayah PTA sering dilakukan kajian-kajian keperkaraan masalah perkawinan, terutama perkara cerai. Kajian dilakukan secara akal maupun naql, sehingga bisa menjadi rujukan dan dapat di terima oleh pimpinan MA,” ujarnya.

Ahmad Kamil yakin, dengan kerja keras, terarah dan optimal, hal ini akan bisa tercapai tepat waktu.

Senada dengan Ahmad Kamil, Sekretaris Mahkamah Agung Rum Nessa menegaskan bahwa pelaksanaan administrasi di peradilan agama harus sesuai dengan ketentuan yang ada.

“Aparat peradilan harus terus melakukan perbaikan diri, baik dari sisi administrasi perkantoran maupun dari sisi administrasi keperkaraan, agar kinerja Pengadilan Agama menjadi lebih baik lagi,” ungkap Rum Nessa.

Bimtek kali ini diikuti oleh 36 peserta yang terdiri dari 25 orang Wakil Ketua PTA, 9 orang Hakim Tinggi dan 2 orang dari Ditjen Badilag.

Dalam laporannya, Direktur Pembinaan Administrasi Peradilan Agama Ditjen Badilag Sayyed Usman menyatakan bahwa para narasumber pada kegiatan ini adalah Ketua Muda Uldilag MA RI Andi Syamsu Alam, Sekretaris MA Rum Nessa, Dirjen Badilag Wahyu Widiana, Wakil Ketua PTA Jakarta Zainuddin Fajari, dan Hakim Tinggi PTA Jakarta Edi Riadi.

Selain itu, Sayed Usman juga menjadi salah satu narasumber dan akan menguraikan sekilas tentang implementasi aplikasi SIADPA Plus.

Sistem kamar dan pembatasan kasasi

Salah satu persoalan penting yang mengemuka di hari pertama Bimtek kali ini ialah sistem kamar dan pembatasan kasasi di MA.

Para Peserta Tampak Serius Mengikuti Bimtek

Ahmad Kamil memaparkan, saat ini MA sedang menerapkan sistem kamar. Dengan diterapkannya sistem ini, peradilan Agama dijatah dua majelis, yang realisasinya akan dimulai pada September 2011.

“Selain itu, akan diberlakukan juga pembatasan perkara kasasi. Untuk PA, pembatasan itu pada masalah hadlonah. Sedangkan untuk PN, masalah perceraian hanya cukup sampai tingkat banding saja,” ujar Ahmad Kamil.

Tuada Uldilag, Andi Syamsu Alam, menepis isu yang mengatakan bahwa pemberlakukan sistem kamar dan pembatasan perkara kasasi di MA akan membatasi kewenangan Peradilan Agama.

“Hal itu tidaklah benar. Buktinya saya masuk dalam majelisnya Pak Ketua MA," ujarnya. Dengan sistem satu atap, tandasnya, peradilan agama dapat mewarnai hampir semua majelis.

Tuada Uldilag menghimbau agar warga peradilan agama tidak menanggapi isu tersebut. “Justru menjadi tugas kita semua untuk meluruskannya,” tegasnya.

Lebih jauh, Tuada Uldilag mengharapkan agar para pimpinan dan hakim tinggi di PTA/MSy selalu memperhatikan putusan-putusan hakim tingkat pertama yang mempunyai kualitas bagus.

"Promosikanlah hakim berkualitas, agar menjadi motivator bagi hakim-hakim lain untuk mengembangkan diri," ujarnya.

(Rosmadi, Daud, Irwan)

LAST_UPDATED2
E-mail Cetak PDF

"Sinergi Antar Lini Kepaniteraan Harus Dijaga"

Semarang, 19 Mei 2011 | pta-semarang.go.id

Workshop administrasi yustisial dan Berita Acara Persidangan bagi pejabat kepaniteraan Pengadilan Agama se wilayah hukum PTA Semarang diselenggarakan di Hotel Puri Garden Semarang. Acara dimaksudkan untuk membenahi kesinergian antar lini pada pengadministrasian keperkaraan. Hal ini merupakan salah satu tindak lanjut hasil rekomendasi Tim Evaluasi Hasil Pengawasan/Pemeriksaan Pengadilan Agama se wilayah PTA Semarang pada bulan Maret yang lalu.

Acara dibuka oleh KPTA Semarang sekitar pukul 09.30 kemarin (Kamis, 19/5) yang kemudian dilanjutkan dengan pembinaan langsung kepada para peserta yang hadir. Dalam pembinaannya KPTA menyoroti peran pansek dalam memonitor seluruh produk kepaniteraannya. Kesinergian sistem kerja harus terus dipupuk dan dibina.

Diskusi kelompok merupakan metode yang digunakan dalam acara workshop ini. Hal ini bertujuan supaya pejabat kepaniteraan aktif dalam mencari kekurangan dan dengan segera membenahinya. Kelompok dibagi menjadi 2 bagian yang masing-masing dipandu oleh 1 Hakim Tinggi. Kelompok 1 merupakan kelompok Pansek dan lainnya adalah kelompok Wapan. Pembagian kelompok ditujukan untuk menguji bagaimana sistem kerja supaya dapat bersinergi dengan baik.

Adapun hasil diskusi kemudian dikemukakan dalam pemaparan hasil kerja kelompok pada hari kedua (Jumat, 20/5). Narasumber yang terdiri dari 2 Hakim Tinggi berkesempatan mengkoreksi hal-hal yang dianggap kurang benar dalam penerapan pola Bindalmin yang ada.

 

Pada sesi malam kegiatan hari 1 (Kamis, 19/5) Dirjen Badilag mengunjungi kegiatan ini dan memberikan beberapa informasi dan pembinaan kepada seluruh peserta yang hadir. Dalam pembinaannya pak Dirjen mengemukakan beberapa program unggulan Badilag. Salah satu program unggulan tersebut adalah program keterbukaan informasi peradilan agama. Pak Dirjen menginformasikan penilaian Badilag atas website Pengadilan Agama di Jawa Tengah. Hal ini ternyata cukup membuat "dag-dig-dug" peserta yang hadir walaupun pada akhirnya dinyatakan website di Jateng membuat kemajuan yang signifikan.

Workshop diakhir dengan penutupan oleh WKPTA Semarang dengan sebuah pesan untuk seluruh peserta bahwa kegiatan Workshop ini janganlah dipandang hanya sebagai sebuah rutinitas namun diresapi dan amalkan hasilnya.
LAST_UPDATED2
E-mail Cetak PDF

PEMBINAAN DAN RAPAT KOORDINASI

PENGADILAN AGAMA  WONOSOBO BULAN MEI 2011

Jum’at 13 Mei 2011 bertempat di ruang sidang utama Pengadilan Agama Wonosobo, dilaksanakan Pembinaan dan Rapat Koordinasi yang diikuti seluruh pegawa Pengadilan Agama Wonosobo baik Hakim, Panitera, Sekretaris, Wakil Panitera, Wakil Sekretaris, Kasubag, Panitera Muda, Panitera Pengganti Jurusita pengganti dan staf maupun tenaga honorer.

Dalam muqodimahnya Bapak Pansek menyampaikan bahwa forum rapat koordinasi semacam ini, terbuka seluas-luasnya untuk menyampikan evaluasi, kritik, saran dan kesepakatan menuju Pengadilan Agama Wonosobo kedepan lebih baik.

Pembinaan Ketua dan Wakil Ketua Pengadilan Agama Wonosobo menyampaikan pentingnya  disiplin, baik disiplin waktu jam hadir dan jam pulang maupun disiplin pada jam kerja sehingga   capaiannya akan diperoleh tepat waktu.

LAST_UPDATED2

Artikel Lain...

JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL