You are here:
E-mail Cetak PDF

HARI RA. KARTINI DI PENGADILAN AGAMA WONOSOBO

Bulan April selalu menjadi bulan istimewa bagi kaum wanita Indonesia, karena Salah satu pahlawan bangsa, pejuang wanita yang telah dengan gigih membela dan berjuang demi pendidikan kaumnya, Raden Ajeng Kartini, lahir pada tgl. 21 April 1879.

Dalam rangka memperingati hari lahir, Raden Ajeng Kartini itulah, maka Pengadilan Agama Wonosobo menyelenggarakan upacara Peringatan Hari Kartini, namun dalam upacara kali ini tampak berbeda, karena petugas-petugas upacara semua terdiri dari ibu-ibu Pengadilan Agama Wonosobo.

Kegiatan yang dilaksanakan pada hari Jum’at, 29 April 2011 yang bertempat di halaman tengah Pengadilan Agama Wonosobo tersebut diteruskan dengan lomba memasak nasi goreng, dalam kesempatan tersebut, karena hari special memperingati hari Kartini, kali ini giliran para bapak-bapak Pengadilan Agama Wonosobo yang unjuk kebolehan, dalam mengolah dan meracik bumbu nasi goreng.

Dalam lomba tersebut cukup meriah karena tingkah lucu bapak-bapak, dan kadang campuran bumbu yang asal-asalan, membuat ibu-ibu yang kali ini bertidak sebagai juri tertawa dan menjadikan suasana cukup meriah.

LAST_UPDATED2
E-mail Cetak PDF

EMC ke-8 Badilag

Transparansi Menjadi Kunci Pencegahan Korupsi di Pengadilan

Jakarta l badilag.net

Lembaga peradilan perlu menerapkan transparansi di setiap tahap proses peradilan untuk meminimalisasi perilaku korup aparat pengadilan, khususnya hakim. Dengan kebijakan itu, terbukti berbagai penyimpangan dapat dicegah.

“Di lembaga peradilan Amerika, dokumen dibuat serba eletronik dan dapat diakses oleh publik,” kata Markus Zimmer, Principal Justice System Advisors of USA, ketika menjadi narasumber dalam English Meeting Club (EMC) yang digelar di ruang pertemuan Badilag, Kamis (14/4/2011).

EMC kali ini dihadiri lebih dari 40 peserta. Dirjen Badilag Wahyu Widiana membuka acara ini sekaligus aktif berdiskusi. Hadir pula David Anderson dari USAID.

Dari kiri: David Anderson dari USAID, Dirjen Badilag Wahyu Widiana dan Markus Zimmer selaku narasumber EMC.

Zimmer menjelaskan, selain mudah pengaturannya, dokumen-dokumen elektronik itu juga sangat membantu masyarakat pencari keadilan untuk memperoleh data. Publik bisa mengaksesnya melalui website.

Meski demikian, Zimmer menegaskan, dokumen untuk perkara-perkara tertentu, seperti yang berhubungan dengan perceraian dan rahasia perbankan, tidak boleh diakses publik.

“Itu adalah bagian dari privasi. Kami melindunginya,” ungkap Ketua Dewan Penasehat IACA (International Association of Court Administration) ini.

Upaya lain yang diterapkan lembaga peradilan untuk meminimalisasi penyimpangan ialah memberlakukan kode etik hakim secara tegas.

Zimmer bercerita, pernah di suatu pengadilan seorang terdakwa dihukum berat atas tindak pidana ringan yang dilakukannya. Si terdakwa kemudian mengalami depresi hingga meninggal dunia.

“Hakim yang menangani dicopot bahkan dijebloskan ke penjara,” tutur Zimmer.

Zimmer menjadi narasumber di EMC edisi ke-8 dengan memaparkan paper berjudul “The Challenge of Crafting Accessible and Sustainable Justice System”. Mula-mula ia menyoroti ketidakadilan di berbagai negara di benua Afrika, lalu membahas pemangkasan anggaran untuk pengadilan di sejumlah negara dan bercerita tentang sistem peradilan di Amerika.

Pada kesempatan ini Zimmer juga memuji para hakim di Indonesia, karena menurutnya Indonesia adalah negara kepulauan yang luas, yang terdiri dari banyak suku dan memiliki berbagai agama.

“Tentu tidak mudah menjadi hakim di Indonesia. Saya sangat terkesan dengan Anda,” ujarnya.

Beberapa waktu lalu, Markus Zimmer pernah berkunjung ke Badilag. Kala itu Ketua Dewan Penasehat IACA ini ditemui Dirjen Badilag Wahyu Widiana dan kedua pihak memperbincangkan berbagai hal seputar manajemen perkara. Dia bergembira ketika ditawari untuk menjadi narasumber dalam EMC.

EMC sudah tujuh kali digelar Badilag. Enam kali di antaranya diselenggarakan di gedung lama Badilag, di Menteng, Jakarta Pusat. Terakhir, EMC digelar pada Desember 2010 di Gedung Sekretariat MA, Rawasari Timur, Jakarta Pusat.

"EMC berlangsung sukses. Terima kasih kepada penyelenggara dan seluruh peserta," kata Dirjen Badilag.

(hermansyah)

LAST_UPDATED2
E-mail Cetak PDF

PROGRAM POSBAKUM, PRODEO DAN SIDANG KELILING

ADALAH TRADEMARK KITA"

solo1

Surakarta | 7 April 2011

Pengadilan Agama mendapatkan apresiasi yang cukup tinggi dalam berbagai acara dan kesempatan baik di dalam dan luar negeri. Hal tersebut disampaikan Wahyu Widiana sebagai orang pertama di Dirjen Badilag dalam Rapat Koordinasi dengan seluruh Ketua dan Panitera/Sekretaris se Jawa Tengah.

Acara tersebut diselenggarakan sebagai sarana koordinasi antara Satker dan Pembina Program dalam melaksanakan DIPA terutama untuk program BADILAG. Beberapa tahun ini BADILAG mencanangkan program-program untuk menjangkau masyarakat miskin. Program yang dikenal sebagai "Justice for All" ini mendapatkan apreasi yang cukup tinggi di masyarakat. 

Program-program pro-rakyat miskin seperti Prodeo (berperkara dengan cuma-cuma), Sidang Keliling (Sidang yang diselenggarakan langsung ke tengah-tengah masyarakat) dan Posbakum (bantuan hukum cuma-cuma) adalah salah satu trademark Pengadilan Agama.

LAST_UPDATED2

JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL