You are here:
E-mail Cetak PDF

PENYUSUNAN RKAKL 2012 ATAS PAGU INDIKATIF

PERADILAN AGAMA DAN PERADILAN UMUM SE-JAWA TENGAH

nov1

Semarang | 09 Juni 2011 | pta-semarang.go.id

Menindaklanjuti Surat Kepala BUA Mahkamah Agung RI mengenai turunnya pagu indikatif Mahkamah Agung RI, hari ini (09/06) Peradilan Agama dan Peradilan Umum se-Jawa Tengah mengadakan acara konsultasi dan koordinasi penyusunan anggaran atas pagu yang telah diberikan. Acara yang dibuka oleh KPT Jateng ini diikuti oleh seluruh Pansek, Wasek dan Operator RKAKL dari peradilan yang bersangkutan.

Bertempat di Hotel Novotel Semarang peserta dipandu langsung oleh narasumber dari Mahkamah Agung. Delegasi Mahkamah Agung yang berjumlah 9 orang diharapkan dapat memberikan supervisi penyusunan RKAKL dengan komperehensif.

LAST_UPDATED2
E-mail Cetak PDF

“........... HATI-HATI, SEKALI LAGI HATI-HATI .............”

Semarang? pta-semarang.go.id (25/5/2011)

Drs. H. Chatib Rasyid, SH.MH., Ketua Pengadilan Tinggi Agama Semarang mewanti-wanti kepada para Panitera/Sekretaris Pengadilan Agama se Jawa Tengah agar senantiasa berhati-hati dalam melaksanakan anggaran dalam DIPA. “ Hati-hati, sekali lagi hati-hati... terutama untuk PA. Batang dan PA. Cilacap yang mendapatkan alokasi belanja modal pengadaan tanah untuk kantor,” demikian dipesankan secara khusus menutup sambutannya dalam acara Rapat Penyusunan Anggaran Tahun 2012.

Peserta dalam kegiatan yang diselenggarakan di aula kantor PTA Semarang ini adalah para Panitera / Sekretaris selaku Kuasa Pengguna Anggaran dan Wakil Sekretaris Pengadilan Agama se Jawa Tengah. Lebih lanjut dipesankan pula oleh Chatib Rasyid untuk senantiasa meningkatkan kinerja terutama bagi satker yang mendapatkan belanja modal, sebab belanja modal yang volumenya sedikit atau besar kegiatan pertanggungjawabannya sama.

Perlu pula disadari bahwa tugas Panitera / Sekretaris sebagai Kuasa Pengguna Anggaran tidak akan pernah selesai selama yang bersangkutan masih menjabat sebagai Panitera / Sekretaris. Panitera / Sekretaris merupakan seorang pejabat yang dituntut transparans dalam kebijakan umumnya. Transparansi dalam hal kebijakan pengelolaan DIPA yang tidak bisa ditawar karena anggaran DIPA merupakan uang negara, masyarakat umum berhak mengetahui bagaimana pengelolaannya. Demikian pula kebijakan transparansi dalam menyelesaikan perkara. “Dalam hal ini tidak boleh bijak sana bijak sini”, demikian kelakar Chatib Rasyid.

Dalam kegiatan ini para Panitera/Sekretaris dan Wakil Sekretaris mendapatkan berbagai pencerahan baik dari Kepala Sub Bagian Umum, Suparijanto Sigit, S.H. dan Wakil Sekretaris PTA Semarang, Drs. H. Arifin Samsu Rijal, S.H., tentang pertanggungjawaban remunerasi, pelaporan tingkat capaian realisasi anggaran, pertanggungjawaban belanja modal, samapi dengan cara pembacaan dan pemahaman kertas kerja RKAKL yang didalamnya terdapat istilah “output, komponen, sub komponen, akun dll.”. Pada ujung acara dipersilakan para peserta rapat untuk menanyakan hal-hal yang menjadi kendala dalam praktek pengelolaan DIPA di daerah.

LAST_UPDATED2
E-mail Cetak PDF

SAAT MENCOCOKKAN ARAH KIBLAT

Oleh: H.Zaenal Hakim

Menentukan dan mencocokkan arah pada tanggak 28 Mei adalah termasuk salah satu cara menentukan arah kiblat yang berpedoman pada posisi matahari, yaitu pada saat posisi matahari persis atau hampir persis berada pada titik zenit ka’bah, atau dengan kata lain matahari sedang berkulminasi dan mempunyai ketinggian 90º dilihat dari ka’bah. Keadaan seperti itu akan terjadi 2 (dua)_ kali dalam setiap tahunnya, yaitu pada saat matahari menuju utara pada bulan Mei dan pada saat matahari menuju selatan pada bulan Juli. Jika keadaan ini yang terjadi maka bayangan setiap benda tegak lurus di belahan bumi yang sedang mengalami siang akan menghadap ka’bah. Sudah barang tentu untuk wilayah di sebelah timur ka’bah seperti di Indonesia akan terjadi pada sore hari karena perbedaan bujur WIB (105º) dengan bujur ka’bah (39º 50’) menimbulkan perbedaan waktu 4 jam 20 menit,40 detik.

Secara astronomis keadaan ini akan terjadi jika nilai lintang tempat (Makkah=21º 25’) sama dengan nilai deklinasi matahari pada saat kulminasi.

Menurut para ahli peristiwa itu terjadi pada tanggal 28 Mei pukul 16:18 WIB dan tanggal 16 Juli, pukul 16:27 WIB. meskipun nilai deklinasi matahari pada saat kulminasi tidak sama persis tetapi paling mendekati dengan dengan nilai lintang Makkah, bahkan satu hari sebelum dan sesudah tanggal tersebut pun cukup memadai, karena perubahan nilai deklinasi dalam satu hari hanya sekitar 10’.

Adapun hal-hal yang perlu diperiapkan adalah sebagai berikut:

  1. Tongkat lurus, panjang sekutar 1 – 2 meter.
  2. Bidang datar dan terbuka (terkena sinar matahari langsung pada saat yang ditentukan).
  3. Arloji atau jam yang telah dicocokkan denga dengan jam satelit (GPS).

Selanjutnya lihat gambar.

Wallahu a’lam bish showab

(*) disarikan dari pedoman penentuan arah kiblat, proyek pembinaan badan peradilan agama tahun 1984/1985 serta sumber lainnya

LAST_UPDATED2

JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL