You are here:
E-mail Cetak PDF

Wakil Ketua MA Bidang Non Yudisial, Dr. H. Achmad Kamil S.H., M.Hum:

“Hakim Yang Berhasil Mendamaikan Para Pihak Akan Mendapatkan Kredit Point”

Surabaya | badilag.net (28/09)

Bagi hakim yang paling banyak mendamaikan para pihak agar tidak bercerai menjadi salah satu kredit point penilaian mereka. Oleh karena itu, saya meminta kepada pengadilan agama agar rajin mengirimkan laporan perdamaian ke mahkamah agung.

Demikian disampaikan oleh Wakil Ketua MA bidang Non Yudisial Dr. H. Achmad Kamil, SH., M.Hum. ketika memberikan pengarahan kepada para peserta bintek kompetensi hakim peradilan agama tingkat pertama, Selasa malam (27/09) di Hotel Equator, Surabaya.

Selama ini, Achmad Kamil yakin bahwa banyak hakim PA yang berhasil mendamaikan para pihak, akan tetapi masih sedikit PA yang mengirimkan laporannya ke MA.

“salah satu kredit point untuk menentukan kinerja daripada seseorang (hakim, Red) adalah apabila dia banyak mendamaikan para pihak. Oleh karena itu, saya menghimbau agar Pengadilan Agama rajin mengirimkan laporannya ke MA sesuai surat edaran MA tahun 2009,” tegasnya.

Menurutnya, selain penilaian disiplin pegawai, pendidikan, faktor senioritas, apakah pernah mendapat hukuman, yang menjadi penilaian seorang hakim untuk mendapatkan promosi mutasi adalah upaya mereka untuk mendamaikan para pihak.

Oleh karena itu, untuk mencapai semua itu MA sangat mendukung sekali upaya pembinaan yang dilakukan oleh Ditjen Badilag dalam meningkatkan SDM aparat peradilan agama.

“saya meminta agar para pimpinan pengadilan ini harus memiliki persamaan persepsi, persamaan pemikiran dan persamaan langkah-langkah serta tujuan yang sama karena saudara sebagai kader mahkamah agung khususnya lingkungan peradilan agama,” beliau berpesan.

Beliau mengingatkan kembali, bahwa untuk mencapai karier yang bagus, banyak faktor penentu yang harus dimiliki oleh seorang hakim. Sekarang saja, lanjutnya, untuk menduduki ketua pengadilan agama kelas IA tertentu, para hakim harus melalui fit and propertest terlebih dahulu.

“jangan pernah puas hanya menjadi ketua pengadilan agama kelas II,” ujar beliau memotifasi para peserta.

“kalau saudara ingin menduduki ketua pengadilan agama kelas IA, ingin menuju karier kedepan yang baik. Selain memiliki kemampuan dalam penguasaan hukum acara, pola bindalmin, Saudara juga harus harus punya kemampuan berbahasa arab,” tegasnya.

Achmad Kamil juga berpesan, agar para ketua pengadilan agama melakukan pengkaderan kepada teman-teman di kantornya.

Mulai tahun 2013, beasiswa di MA untuk kuliah S.2 dan S.3 akan dihapus

Achmad Kamil menyatakan bahwa mulai tahun 2013 nanti, subsidi dari MA bagi para pegawainya untuk melanjutkan kuliah S2 dan S3 di dalam negeri akan dihapus. Oleh karena itu, sebagai penggantinya, untuk sementara ini sebagai alternatifnya Mahkamah Agung RI sekarang ini sedang menjajaki kerjasama dengan MA Republik Sudan dan Kerajaan Arab Saudi dalam hal pendidikan.

“insya Allah bagi para pegawai yang akan kuliah S.2 dan S.3, dengan tunjangan remunerasi sudah cukup,” ungkapnya.

Untuk merealisasikan hal tersebut, beliau memberikan angin segar bagi para hakim dan pegawai yang akan melanjutkan kuliah S.2 dan S.3 diluar negeri.

“Mahkamah Agung sangat mendukung bagi pegawai yang akan melanjutkan kuliah S.2 dan S.3 diluar negeri,” ujarnya.

(ws)

E-mail Cetak PDF

Dirjen Badilag di Hadapan Peserta Diklat Manajemen Peradilan:

Komitmen Pimpinan, Faktor Penentu Perubahan

Megamendung, Badilag.net |27-9-2011|

“Perubahan menuju peradilan Indonesia yang agung akan tercapai jika komitmen pimpinan peradilan seluruh Indonesia terhadap perubahan ini  kuat dan konsisten”.

Itulah salah satu kata kunci yang disampaikan Dirjen Badilag Mahkamah Agung, Wahyu Widiana, di depan para peserta Diklat Manajemen Peradilan, yang diikuti 25 orang pimpinan pengadilan tingkat pertama dari keempat lingkungan peradilan, kemarin (26/9) siang, di kampus Diklat Mahkamah Agung, Mega Mendung, Bogor.

Dirjen menyatakan jika pimpinan pengadilan mempunyai komitmen yang kuat, maka seluruh ‘gerbong’ pengadilan akan terbawa. “Pimpinan sangat berperan kuat dalam mempengaruhi seluruh aparat dalam melakukan perbaikan-perbaikan di lingkungan masing-masing”, tegasnya.

Oleh karena itu, sebagai pejabat di Mahkamah Agung, Dirjen  minta  seluruh pimpinan dari keempat lingkungan peradilan agar mempunyai perhatian yang besar dalam melaksanakan program-program pembaruan yang telah dicanangkan dan digodok di Mahkamah Agung.

“Tanpa perhatian dan keterlibatan secara langsung dari para pimpinan di daerah, program pembaruan Mahkamah Agung tidak akan berjalan lancar”, Dirjen mengingatkan.

LAST_UPDATED2
E-mail Cetak PDF

RAKERNAS MAHKAMAH AGUNG RI 2011

Diikuti 1739 Peserta, Rakernas Resmi Dibuka


alt

 
Jakarta l mahkamahagung.go.id /Portal Rakernas (19/09/2011)


Rapat Kerja Nasional Mahkamah Agung RI dengan jajaran pengadilan tingkat banding dari empat lingkungan peradilan seluruh Indonesia tahun 2011 dibuka secara resmi oleh Ketua MA Harifin A Tumpa, Senin (19/9).

Persis pukul 10:45 WIB, di Krakatau Ballroom, Hotel Mercure, Jakarta, Ketua MA menabuh gong sebagai pertanda dibukanya Rakernas. Acara tahunan ini akan berlangsung dari tanggal 19 hingga 22 September 2011 dengan mengambil tema “Meningkatkan Peran Pengadilan Tingkat Banding sebagai Kawal Depan Mahkamah Agung RI.”

Berbeda dengan Rakernas terdahulu, kali ini sebelum membuka Rakernas secara resmi, Ketua MA bukan hanya menyampaikan pidato sambutan, tapi juga memberikan pengarahan.

Dalam pidatonya, Ketua MA menyatakan, setahun sejak Rakernas MA di Balikpapan pada 2010, dirinya melihat perubahan yang sangat berarti di MA.

“Hal ini terlihat dari antara lain dari bermunculannya berbagai inisiatif perubahan tidak saja kolega kolega saya Hakim Agung, jajaran Kepaniteraan dan staf di Mahkamah Agung namun juga sudah menyebar ke Pengadilan tingkat Pertama dan Banding,” ujarnya.

Ketua MA lantas memaparkan berbagai perkembangan mutakhir, termasuk tantangan-tantangan yang dihadapi MA sekarang dan di masa yang akan datang. (Untuk membaca pidato Ketua MA secara lengkap, silahkan klik di sini).
Rakernas akbar tahun ini diikuti oleh 1739 orang. Secara garis besar, jumlah sebesar itu berasal dari pusat dan dari daerah. Dari pusat, peserta rakernas terdiri dari 11 pimpinan MA, 35 hakim agung, 17 hakim ad hoc Tipikor, dan 58 pejabat eselon I dan II serta para askor.
Sementara itu, peserta dari daerah terdiri dari 68 ketua pengadilan tingkat banding, 68 Panitera/Sekreratis pengadilan tingkat banding, 739 ketua pengadilan tingkat pertama dan 739 Panitera/Sekretaris pengadilan tingkat pertama.

Penanggung jawab Rakernas, Widayatno Sastrohardjono, menyatakan bahwa Rakernas tahun ini memiliki dua perbedaan mendasar dibanding Rakernas tahun-tahun sebelumnya. Perbedaan pertama ialah soal peserta Rakernas dan perbedaan kedua ialah mengenai pemanfaatan Teknologi Informasi (TI).

“Kami berharap, penggunaan TI di Rakernas ini bisa memicu kita semua dalam melaksanakan tugas sehari-hari, baik di MA maupun di empat lingkungan peradilan,” tuturnya.

LAST_UPDATED2

Artikel Lain...

JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL