You are here:
E-mail Cetak PDF

WORKSHOP SISTEM ADMINISTRASI PELAYANAN KEPEGAWAIAN (SAPK)

DAN SISTEM INFORMASI ADMINISTRASI PERKARA PENGADILAN AGAMA (SIADPA)

PENGADILAN AGAMA SE JAWA TENGAH

Semararang|pta-semarang.go.id (1/5/12)

Dalam rangka meningkatkan pengelolaan administrasi kepegawaian dan perkara di Pengadilan Agama wilayah Pengadilan Tinggi Agama Semarang maka selama tiga hari, tanggal 1 s/d 3 Mei ini diadakan Workshop Sistem Informasi Administrasi Perkara Pengadilan Agama (SIADPA) dan Sistem Administrasi Pelayanan Kepegawaian (SAPK).

Sebanyak 120 orang yang terdiri dari para Kepala Sub Bagian / Kepala Urusan Kepegawaian Pengadilan Agama, Operator SAPK, dan Operator SIADPA mendapatkan gemblengan dari nara sumber yang berasal dari Kantor Regional I Badan Kepegawaian Negara Yogyakarta untuk aplikasi SAPK, dan nara sumber dari Tim Nasional SIADPA Plus Badilag MARI untuk aplikasi SIADPA nya.

Dalam kegiatan yang merupakan program kerja Pengadilan Tinggi Agama Semarang untuk Tahun Anggaran 2012 ini juga dilakukan validasi data kepegawaian untuk seluruh data pegawai Pengadilan Agama di Jawa Tengah dengan sistem yang sesuai standar BKN serta upaya untuk lebih “menghijaukan” dan “membumikan” SIADPA di Jawa Tengah.

Dengan aplikasi SAPK ini data base PNS sejak masuk menjadi CPNS hingga pensiun sudah terintegrasi dengan layanan TASPEN. “Jadi kalau tidak terkoneksi dengan sistem ini maka penetapan NIP, Kenaikan Pangkat hingga Pensiun akan ditolak BKN”, demikian dikemukakan Drs. H. Chatib Rasyid, SH.MH. Ketua PTA Semarang saat membuka acara tersebut. Lebih lanjut Chatib Rasyid juga berterimakasih dan bersyukur karena Pengadilan Agama se Jawa Tengah sudah “hijau” dan Ketua Pengadilan Agama sudah melakukan pengecekan langsung. Hal ini berarti perkembangan perkara sudah dapat dimonitor setiap hari serta laporan perkara sudah senantiasa di up-date.

Para peserta diharapkan terus memacu semangat untuk selalu maju meningkatkan ilmu yang sudah ada, “jangan menjadi manusia yang hanya selalu menyimpan ilmu tapi ilmu itu harus diaplikasikan”, demikian pesan Chatib Rasyid mengakhiri sambutannya dan selanjutnya dengan resmi membuka workshop. yang dihelat di Patra Jasa Convention Hotel Semarang ini. (f&n)

LAST_UPDATED2
E-mail Cetak PDF

PERINGATAN HARI KARTINI

PENGADILAN AGAMA WONOSOBO


Pada hari Jum’at 20 April 2012 Pengadilan Agama Wonosobo merayakan hari Kartini untuk menghormati mendiang RA.KARTINI. Acara yang berlangsung meriah ini dirayakan dengan berbagai acara. Dimulai jam 07.15 semua hakim dan pegawai Pengadilan Agama Wonosobo mengadakan upacara peringatan dilanjutkan dengan lomba memasak mie goreng.

Dan yang paling istimewa pada perayaan hari Kartini di Pengadilan Agama Wonosobo adalah lomba memasak mie goreng dengan peserta Bapak-bapak hakim dan pegawai Pengadilan Agama Wonosobo. Tidak hanya dalam segi rasa saja pada penilaian lomba, akan tetapi juga segi tata busana. Bapak – bapak menggunakan pakaian Basovi sedangkan Ibu-ibu menggunakan pakaian nasional. Dengan begitu suasana Peringatan hari Kartini semakin meriah dan sangat berkesan bagi para Hakim dan Pegawai Pengadilan Agama Wonosobo.

Mungkin sebagian orang beranggapan bahwa memasak mie goreng merupakan hal yang mudah. Tetapi tidak berlaku untuk Bapak-bapak yang tidak pernah berada di dapur. Karena mie goreng di sini bukan mie goreng instant, akan tetapi mie goreng yang khusus menggunakan bumbu olahan sendiri, sebelum memulai lomba Bapak-bapak dianjurkan untuk memilih bumbu yang telah disediakan. Bahkan bumbu yang seharusnya tidak digunakan untuk memasakpun disediakan oleh panitia untuk bumbu jebakan.

Diungkapkan Bapak Ketua Pengadilan Agama Wonosobo Drs. H. Zaenal Hakim, S.H., lomba memasak mie goreng ini dimaksudkan agar para suami atau bapak-bapak tidak menyalahkan istri dan membuat semakin sayang dan cinta kalau para ibu-ibu memasak tidak enak. Dan menghargai apapun rasa yang telah dimasak oleh istri. Karena memasak itu membutuhkan proses yang sulit.

Tidak hanya upacara dan lomba saja, akan tetapi juga pelantikan Panitera / Sekretaris yaitu bapak Drs. Adjuri Habibie yang sekarang menjabat Panitera di Pengadilan Agama Cilacap yang digantikan oleh bapak Kurniadi, S.H.,I., dari Pengadilan Agama Pemalang. Diharapkan dengan adanya pelantikan ini Pengadilan Agama Wonosobo menjadi lebih baik dan diberikan barokah yang banyak oleh Allah SWT. Amin ya robal a’lamin.

LAST_UPDATED2
E-mail Cetak PDF

Badilag akan Bikin PA Percontohan

Jakarta l Badilag.net

Ditjen Badilag diminta menyiapkan beberapa pengadilan tingkat pertama di lingkungan peradilan agama yang akan menjadi pengadilan percontohan. Permintaan itu disampaikan Biro Perencanaan Mahkamah Agung pekan lalu.

“Kita diminta menyiapkan pengadilan-pengadilan percontohan pada tahun 2012 ini,” kata Kasubbag Perencanaan Program dan Penyusunan Anggaran Sutarno, dalam rapat Ditjen Badilag, Senin (2/4/2012).

Permintaan ini disambut positif Dirjen Badilag Wahyu Widiana. Ia setuju peradilan agama memiliki beberapa pengadilan yang menjadi role model. “Saya setuju. Itu ide bagus,” ungkapnya.

Sebelum menetapkan pengadilan mana saja yang menjadi percontohan, yang akan dilakukan Badilag adalah membikin pedoman sebagai acuan, menyusun tahapannya dan menetapkan jumlahnya.

Disepakati, secara umum pengadilan yang ditunjuk sebagai percontohan harus memenuhi berbagai kriteria, mulai dari administrasi perkara, administrasi umum, pengelolaan SDM, pelayanan publik, pemanfaatan teknologi informasi hingga penataan ruang.

Karena pembahasan soal ini masih sangat awal, sejauh ini tahapan penentuan pengadilan percontohan belum disusun. Selain itu, juga belum diputuskan, apakah pengadilan-pengadilan percontohan itu akan dipilih berdasarkan penilaian atau langsung ditunjuk.

Sementara itu, soal jumlah, kemungkinan besar akan dipilih 10 pengadilan percontohan. Ke-10 pengadilan itu tersebar di pulau Jawa dan luar Jawa.

Dilihat dari klasifikasinya, pengadilan-pengadilan yang akan dijadikan percontohan itu terdiri dari kelas I dan kelas II.

Tata ruang sangat penting

Dirjen Badilag mengatakan, tata ruang gedung pengadilan perlu menjadi perhatian tersendiri. Menurutnya, pengadilan percontohan harus memiliki area steril yang tidak memungkinkan aparat peradilan dan masyarakat pencari keadilan berbaur.

Karena itu, yang akan menjadi pengadilan percontohan bukan hanya pengadilan yang memiliki gedung baru. Pengadilan bergedung lama, asalkan memiliki area steril dan fasilitas pelayanan publiknya tertata dengan baik, juga memiliki kesempatan untuk dipilih menjadi pengadilan percontohan.

“Ada pengadilan yang gedungnya bagus tapi pintu masuk masyarakat dan pegawai tidak dibedakan. Masyarakat yang berperkara juga dibiarkan ke mana-mana. Pengadilan percontohan tidak begitu,” tandasnya.

(hermansyah)

LAST_UPDATED2

Artikel Lain...

JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL