You are here:
E-mail Cetak PDF

PENYUSUNAN RENCANA KERJA DAN ANGGARAN

2 LINGKUNGAN PERADILAN DI JAWA TENGAH

Semarang| pta-semarang.go.id [30/06/2012]

Kamis (28/6), seluruh pengadilan di lingkungan peradilan umum dan agama mengirimkan 3 orang delegasinya.  Delegasi tersebut berkumpul di Hotel Horizon di kawasan Simpang Lima Semarang untuk merencanakan kerja dan anggaran mereka. Dengan dibuka langsung oleh Sekretaris Mahkamah Agung kegiatan berlangsung selama 3 hari.

Dalam sambutan pembukaannya pak SekMA (sekretaris MA) menyoroti kinerja peradilan dalam bidang anggaran dan apa saja yang telah dilakukan untuk meningkatkan kesejahteraan pegawai MA. Selanjutnya beliau berharap agar perencanaan didasarkan pada kebutuhan real saja.

Pada hari kedua Jumat (29/6), masing-masing lingkungan mulai melengkapi rencana kerja dan anggarannya (RKA). Pelengkapan RKA tersebut di dasarkan pada pagu definitif yang sudah diedarkan di masing-masing satker. Kebijakan-kebijakan tingkat banding untuk membuat pagu proporsional pada masing-masing satker disampaikan baik dalam bentuk rapat ataupun diskusi.

Pada akhirnya seluruh satker pada peradilan agama mampu menyelesaikan RKA mereka sesuai dengan pagu definitif masing-masing. Seluruh backup kemudian diserahkan kepada tim dari Mahkamah Agung yang kemudian akan dibawa untuk dikomulasikan dengan daerah-daerah lainnya. (54m)

LAST_UPDATED2
E-mail Cetak PDF

RAPAT KOORDINASI TANGGAL  JUNI 2012

Dipimpin oleh Bp Ketua Pengadilan Agama Wonosobo Drs. H. Zaenal Hakim, SH., Bapak Wakil Ketua Drs. H. Syaifuddin Zuhry, SH, MH, dan Bapak Panitera/Sekretaris Kurniadi, SHI serta dihadiri oleh Hakim dan Pegawai Pengadilan Agama Wonosobo.

Pesan dari bapak WAKPA adalah agar perkara yang belum diselesaikan melebihi enam bulan untuk segera diselesaikan (kurang lebih ada 20 perkara).

Temuan bedah berkas di Temanggung 25 Mei 2012, meski berkas sudah diteliti dan di “salon”kan, akan tetapi masih banyak juga terdapat kesalahan/kekeliruan.

Ada beberapa hal yang perlu kita perhatikan berkaitan dengan bedah berkas kemarin terutama yang disoroti tentang Teknis pembuatan berita acara persidangan :

  1. Urutan BAP pertama dan selanjutnya ditulis lanjutan I dan sebagainya.
  2. Judul dari BAP
  3. Semua lembar ditulis no halaman
  4. Teknik pengetikan margin, spasi, kolom jawaban pertanyaan dari hakim kurang rapi, untuk top : 3, bottom : 3, right : 4, left : 2

Hasil dari workshop PPH ( Pedoman Prinsip Hakim) di Puri Garden Semarang, bahwa seorang hakim harus:

  1. Adil
  2. Bijaksana dan arif
  3. Mandiri
  4. Jujur
  5. Menjunjung tinggi harga diri dan integritas
  6. Bertanggung jawab
  7. Disiplin
  8. Rendah hati
  9. Professional
  10.  Arif

PPH ini tidak hanya sebagai pedoman hakim akan tetapi seluruh pegawai Pengadilan Agama, diindikasikan penyakit di pengadilan agama biasanya masalah mar’ah sedangkan di pengadilan negeri penyakitnya uang.

Pada kesempatan itu KPA melontarkan pertanyaan kepada peserta rapat berkaitan dengan perkara prodeo murni tidak ghoib (ada) :

Jika sidang I :hadir

Jika sidang II : tidak hadir, maka perkara tersebut dicoret namun dalam pertimbangan sebelum pemohon miskin belum di pertimbangkan

Himbauan dari bapak KPA juga agar para hakim dan seluruh pegawai PA Wonosobo melihat – lihat aturan Kepegawaian di internet

E-mail Cetak PDF

SAATNYA MENCOCOKKAN ARAH KIBLAT

Oleh: Drs. H. Zaenal Hakim, S.H.

  1. I.HUKUM MENGHADAP KIBLAT

Firman Allah dalam Surat al-Baqarah ayat 144:

Artinya:

Sungguh kami (sering) melihat mukamu menengadah ke langit[96], Maka sungguh kami akan memalingkan kamu ke kiblat yang kamu sukai. palingkanlah mukamu ke arah Masjidil Haram. dan dimana saja kamu berada, palingkanlah mukamu ke arahnya. dan Sesungguhnya orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang diberi Al Kitab (Taurat dan Injil) memang mengetahui, bahwa berpaling ke Masjidil Haram itu adalah benar dari Tuhannya; dan Allah sekali-kali tidak lengah dari apa yang mereka kerjakan.

[96] maksudnya ialah nabi Muhammad s.a.w. sering melihat ke langit mendoa dan menunggu-nunggu Turunnya wahyu yang memerintahkan beliau menghadap ke Baitullah.

 Selain ayat 144 surat al Baqarah tersebut di atas masih ada ayat-ayat lain yang memerintahkan umat Islam menghadap ke Baitullah, diantaranya surat al-Baqarah ayat 149 dan 150.

Atas dasar ayat-ayat tersebut di atas, maka para ulama sepakat bahwa menghadap ke Baitullah hukumnya wajib bagi orang-orang yang melakukan shalat, kewajiban ini dikuatkan oleh hadits-hadits Nabi Muhammad SAW.

Permasalahannya adalah apakah harus persis menghadap ke Baitullah atau

Untuk itu kita perlu memahami bahwa agama Islam bukanlah agama yang sulit dan memberatkan. Allah berfirman dalam Al Qur’an, surat al-Baqarah ayat 286 :

Artinya :

Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya....."

 Apalagi dalam hal menghadap kiblat ini kita diperintahkan menghadap Baitullah dengan mempergunakan lafadl (artinya arah atau ??? ), oleh karena itu bagi orang yang dapat langsung melihat Ka’bah baginya wajib berusaha agar dapat menghadap persis ke Ka’bah, sedangkan yang tidak langsung dapat melihat Ka’bah karena terhalang atau jauh, baginya hanya wajib menghadap ke arah-nya saja.

Namun demikian, untuk mendapatkan keutamaan amal, kita perlu berusaha agar arah yang kita pergunakan mendekati arah yang benar-benar menghadap ke Baitullah. Dan jika arah tersebut telah kita temukan berdasarkan perhitungan ilmu falak, maka kita wajib mempergunakan arah tersebut sampai ditemukan hasil perhitungan yang lebih teliti lagi. Hal ini sesuai dengan firman Allah dalam Al Qur’an, surat Az Zumar ayat 17-18:

Artinya :

“ ....... sebab itu sampaikanlah berita itu kepada hamba- hamba-Ku, (18). Yang mendengarkan perkataan lalu mengikuti apa yang paling baik di antaranya[1311]. mereka Itulah orang-orang yang Telah diberi Allah petunjuk dan mereka Itulah orang-orang yang mempunyai akal.

LAST_UPDATED2

JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL