5 R SUDAHKAN KITA BUDAYAKAN ?

 

Hari Senin tanggal 4 Nopember 2019 seluruh pegawai Pengadilan Agama Wonosobo mengadakan apel pagi untuk mengawali kegiatan rutinnya sebagai pegawai Pengadilan Agama Wonosobo.

Apel dipimpin oleh komandan Upacara Bambang Waluyo yang merupakan juru sita Pengadilan Agama Wonosobo, setelah melakukan penghormatan dan menyampaikan laporan kesiapan barisan, apel dilanjutkan dengan pembacaan budaya malu yang diikuti oleh seluruh peserta apel pagi;

Drs. Mahmud SH. MH selaku Pembina apel dalam amanatnya mengingatkan tulisan yang tertempel di semua ruang Pengadilan Agama Wonosobo yakni 5 R, Ringkas, Rapi, Resik Rawat dan Rajin.

Budaya ini merupakan sesuatu yang harus dilakukan dan dijadikan kebiasaan bagi seluruh pegawai Pengadilan Agama Wonosobo khususnya dalam melakukan aktifitas pekerjaan di Kantor.

Mantan Hakim Pengadilan Agama Purwodadi lebih lanjut mengatakan Prinsip ringkas adalah memisahkan segala sesuatu yang diperlukan dan menyingkirkan yang tidak diperlukan dari tempat kerja. Mengetahui benda mana yang tidak digunakan, mana yang akan disimpan, serta bagaimana cara menyimpannya supaya dapat mudah diakses terbukti sangat berguna bagi Pengadilan Agama yang merupakan kantor pelayanan.

Prinsip rapi adalah menyimpan barang sesuai dengan tempatnya. Kerapian adalah hal mengenai sebagaimana cepat kita meletakkan barang dan mendapatkannya kembali pada saat diperlukan dengan mudah. Perusahaan tidak boleh asal-asalan dalam memutuskan dimana benda-benda harus diletakkan untuk mempercepat waktu dalam memperoleh barang tersebut.

Sedang Resik adalah membersihkan tempat/ lingkungan kerja, mesin/ peralatan, dan barang-barang agar tidak terdapat debu, kotoran dan bau. Kebersihan harus dilaksanakan dan dibiasakan oleh setiap orang mulai dari pimpinan hingga pelaksana/ operator yang ada.

Prinsip rawat adalah mempertahankan hasil yang telah dicapai pada (Ringkas, Rapi, Resik) sebelumnya dengan membakukannya (Standarisasi). Prinsip ini dapat berjalan apabila dilaksanakan oleh semua karyawan yang ada di lingkungan kerja.

Dan prinsip rajin adalah terciptanya kebiasaan pribadi karyawan untuk menjaga dan meningkatkan apa yang sudah dicapai. Rajin di tempat kerja berarti pengembangan kebiasaan positif di tempat kerja. Apa yang sudah baik harus selalu dalam keadaan prima setiap saat. Prinsip rajin di tempat kerja adalah “lakukan apa yang harus dilakukan dan jangan melakukan apa yang tidak boleh dilakukan”.

Oleh karena itu pembina upacara mengajak menjelang dilakukannya surveillance kita semangatkan lagi melalukan budaya tersebut agar pelayanan kepada para pencari keadilan lebih dapat kita tingkatkan lagi;

Setelah pembinaan oleh Pembina apel selesai, apel dilanjutkan dengan dengan pembacaan doa yang dibacakan oleh Drs. Muhydin (laparievhumaspawsb)