MENELADANI KEPRIBADIAN RASULULLAH

 

Dalam rangka meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah swt. Pengurus Musholla Al-Hikmah Pengadilan Agama Wonosobo disamping tiap hari melaksanakan sholat jamaáh, setiap 2 minggu sekali diadakan pengajian yang disampaikan oleh para hakim secara bergantian;

Disamping dapat menumbuhkan tali ukhuwah Islamiyah diantara pegawai Pengadilan Agama Wonosobo juga dapat dijadikan sebagai siraman rokhani bagi semua pegawai Pengadilan Agama bahkan terkadang para pihak yang berperkara juga mengikuti acara tersebut;

Dalam acara pengajian yang dilaksanakan pada hari Rabu tanggal 30 Oktober 2019 bertindak selaku penceramah Drs. Ahmad Zaeni SH. MH. Yang merupakan Hakim Pengadilan Agama Wonosobo;

Drs, Moh. Zaidin selaku pembawa acara dalam acara tersebut setelah membuka dengan bacaan basmalah dilanjutkan dengan ceramah.

Dalam kesematan tersebut Hakim asal Pemalang ini dengan gaya khasnya menyampaikan beberapa keteladan yang dapat diambil dari pribadi Rosulullah Muhammad saw. Yang patut kita tiru dalam kehidupan kita sehari-hari. Beliau mengungkapkan dua contoh yang patut kita contoh dari pribadi Rasulullah saw. Yang pertama adalah Rasulullah adalah adalah seorang yang penyanyang, bahkan saking sayangnya kepada ummatnya Rasullah tidak menginginkan umatnya menjadi celaka, banyak kisah-kisah yang menggambarkan betapa sayangnya Rasulullah kepada para sahabat bahkan bukan hanya kepada para sahabat terhadap musuhpun Rasulullah sayang dengan tidak melukai orang yang telah menyerah;

Kedua yang perlu kita contoh adalah sikap adil yang ditunjukan oleh Rasulullah dalam menangani satu masalah, bahkan Rasul pernah menyampaikan: “’ändaikan putriku Fatimah mencuri maka sungguh akan aku potong tangannya’’, keteladanan ini yang nampaknya masih sulit untuk kita laksanakan;

Oleh karena itu dalam akhir ceramahnya mantan Hakim Pengadilan Agama Brebes ini mengajak kepada semua Pegawai Pengadilan Agama Wonosobo untuk dapat meneladani sikap dan prilaku Rasulullah khususnya dalam kita melayani para pencari keadilan, karena kebanyak orang yang dating ke Pengadilan adalah orang yang punya masalah, diharapkan masalah mereka dapat terselesaikan atau sedikit banyak dapat meringankan beban mereka;

Tepat pukul 16.00 pengajian selesai dan ditutup dengan bacaan hamdalah. (lap.arievhumas pawsb);